Thursday, 1 September 2011

Bursa Efek Indonesia | Belajar Saham | Call 0811175711

Bursa Efek Indonesia (disingkat BEI, atau State Capital Work (IDX)) merupakan brusa hasil penggabungan dari Metropolis Efek Djakarta (BEJ) dengan Metropolis Efek Surabaya (BES). Demi efektivitas operasional dan transaksi, Pemerintah memutuskan untuk menggabung City Efek Jakarta sebagai pasar saham dengan Brusa Efek Surabaya sebagai pasar obligasi dan derivatif. Brusa hasil penggabungan ini mulai beroperasi pada 1 Desember 2007.

BEI menggunakan sistem perdagangan bernama Jakarta Automated Trading Grouping (JATS) sejak 22 Mei 1995, menggantikan sistem recitation yang digunakan sebelumnya. Sejak 2 Maret 2009 sistem JATS ini sendiri telah digantikan dengan sistem baru bernama JATS-NextG yang disediakan OMX.

Brusa Efek Land berpusat di Kawasan Niaga Sudirman, Jl. Jend. Sudirman 52-53, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan


Untuk memberikan informasi yang lebih lengkap tentang perkembangan bursa kepada publik, BEI menyebarkan collection pergerakan harga saham melalui media cetak dan elektronik. Satu indikator pergerakan harga saham tersebut adalah indeks harga saham. Saat ini, BEI mempunyai tujuh macam indeks saham:[5] dan tanggal tersebut di tetapkan sebagai hari jadi metropolis efek state.

    IHSG, menggunakan semua saham tercatat sebagai komponen kalkulasi Indeks.
    Indeks Sektoral, menggunakan semua saham yang masuk dalam setiap sektor.
    Indeks LQ45, menggunakan 45 saham terpilih setelah melalui beberapa tahapan seleksi.
    Indeks Various, yang merupakan Indeks untuk masing-masing saham didasarkan harga dasar.
    Jakarta Islamic Fact, merupakan Indeks perdagangan saham syariah.
    Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan, indeks yang didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI yaitu kelompok Papan Utama dan Papan Pengembangan.
    Indeks Kompas100, menggunakan 100 saham pilihan harian Kompas.